Teknologi Skinput

Microsoft Research dan Chris Harrison dari Carnegie Mellon University mengembangkan teknologi untuk mengubah tangan menjadi gadget layar sentuh. Jadi kita tidak perlu lagi menggenggam sebuah ponsel untuk bertelekomunikasi, karena tangan kita adalah gadget kita.

Program Residen

dalam pembuatan program residen, kita dapat membaginya dalam 2 bagian pokok yaitu.

Biografi Mark Zuckerberg

Biografi Mark Zuckerberg

Larry Page dan Sergey Brin

Google Inc. merupakan sebuah perusahaan publik Amerika Serikat, berperan dalam pencarian Internet, Cloud Computing, serta teknologi iklan online dan perangkat lunak. Keuntungan dari AdWords merupakan hampir seluruh keuntungan perusahaan ini.

Sejarah Yahoo

Yahoo! Inc. merupakan sebuah perusahaan publik Amerika dengan kantor pusat di Sunnyvale, California (tepatnya di Silicon Valley), yang menyediakan layanan internet secara global, meliputi seluruh dunia. Perusahaan ini terkenal akan portal web, mesin pencari (Yahoo! Search), Yahoo! Directory, Yahoo! Mail, Yahoo! News, iklan, pemetaan online (Yahoo! Maps), Yahoo! Video, dan website media sosial dan jasa.

Jumat, 26 Juni 2015

MEMBUAT RUNNING LED DENGAN SISTEM MINIMUM


C:\Users\User\Pictures\20150527_200933.jpg
Sambungkan dengan kabel USB yang ada pada computer setelah itu kita masukkan progam atau coding ke software Software  code vision AVR . dengan menggunakan bahasa C/C++ , dan kemudian program di compile dan di simpan,maka lampu-lampu LED akan menyala
Setelah kita amati lampu LED yang ada di papan  tersebut bisa kita rubah alur nyala nya  sesuai keinginan kita dengan merubah program yang terdapat pada software Code Vision AVR. Kemudian di simpan dengan extensi .hex yang terdapat pada folder exe dari hasil penyimpanan yang sebelumnya.
Nyala lampu beserta alur nyalanya tergantung dari progam yang dimasukan ke software Code Vision AVR.
Berikut contoh  programnya:
1.      LED berjalan dari PORTA 0 ke PORTA 7

#include <mega32.h>
#include <delay.h>
void main(void)
{
DDRA = 0xFF;
            PORTA = 128;
            while (1)
{
PORTA = PORTA >> 1;
            if (PORTA == 1)
{
            delay_ms(100);
            PORTA = 128;
}
delay_ms(100);
}
}

2.      LED berjalan dari PORTA 7 ke PORTA 0
#include <mega32.h>
#include <delay.h>
void main(void)
{
DDRA = 0xFF;
      PORTA = 1;
while (1)
{
PORTA = PORTA << 1;
if (PORTA == 128)

{
delay_ms(100);
            PORTA = 1;
}
delay_ms(100);
}
}
3.      LED berjalan dari kanan ke kiri dan sebalik nya ( kiri ke kanan ) terus menerus
#include <mega32.h>
#include <delay.h>
void main(void)
{
int a = 1;
DDRA = 0xFF;
PORTA = 128;
while (1)
{
if (a)
{
PORTA = PORTA >> 1;
if (PORTA == 1) a = 0;
}
else
{
PORTA = PORTA << 1;
if (PORTA == 128) a = 1;
}
delay_ms(35);
}
}

USB MENGGUNAKAN 2 RELAY


 


Alat dan Bahan :

  1. Relay 5 Volt
  2. Port UBS tipe B
  3. Dioda Zener 3,9  dan Dioda Zener 4148
  4. Resistor 4K7 Ω, 1K5 Ω, 220 Ω, 820 Ω, dan 4,7 Ω
  5. Transistor S9013
  6. Kristal 12000
  7. Elco 220μF
  8. Kapasitor kertas 22pF dan Kapasitor kertas 104
  9. Led
  10. IC AT Tiny 2313
  11. Socket IC
  12. Kapasitor keramik104J/400V
  13. Terminal blok 3 pin
  14. Papan PCB polos

Langkah-Langkah Pembuatan Alat :
  1. Buat rangkaian skematik USB 2 – Relay seperti gambar dibawah ini :

  1. Setelah buat rangkaian skematiknya menggunakan Circuit Wizard, lalu buat pula layuot PCB nya. Berikut adalah gambar layout PCB nya

  1. Setelah itu, print layout PCB nya kemudian fotocopy menggunakan kertas kalender atau kertas foto.
  2. Setrika layout yang telah difotocopy tersebut diatas papan PCB sampai rangkaiannya rekat, lalu rendam PCB tersebut didalam air dan diamkan sebentar lalu tarik bagian kertas secara perlahan.
  3. Amplas PCB yang telah menempel rangkaiannya untuk membersihkan PCB tersebut.
  4. membersihkan PCB tersebut.
  5. Setelah bersih, bor PCB untuk memasang kaki – kaki komponen.
  6. Pasang semua komponen seperti gambar dibawah ini, kemudian solder semua kaki komponennya.



Cara Pemasangan Lampu :
  1. Siapkan 2 buah lampu 5 watt dan kabel secukupnya
  2. Pasang terlebih dahulu steker pada kabel
  3. Buat cabang pada masing-masing kabel steker tadi
  4. Cabang pertama pasang pada terminal block NO (Normally Open)
  5. Buat kabel lagi pada masing-masing lampu, lalu hubungkan pada lampu tersebut
  6. Hubungkan salah satu kabel lampu, lalu sambungkan menjadi satu.
  7. Hubungkan kabel lampu yang satunya ke cabang kedua tadi.
  8. Jangan lupa tembaga lampu dibalut dengan lakban agar aman.


Langkah-Langkah Memprogram/Menjalankan Relay :
Modul USB-2REL (device) menggunakan V-USB, yakni open-source implementasi protokol USB kecepatan rendah untuk mikrokontroler AVR. Sedangkan pada komputer (host), program aplikasi pengontrolan modul USB-2REL dibuat menggunakan kompiler Delphi. Untuk berkomunikasi dengan modul USB-2REL, program aplikasi menggunakan library libusb-win32 yang juga open-source. Berikut contoh program menggunakan Delphi:
C:\Users\User\Pictures\1.PNG
C:\Users\User\Pictures\2.PNG
C:\Users\User\Pictures\3.PNG
  1. Instalasi Driver Ketika modul USB-2REL dihubungkan ke komputer melalui port USB, maka sistem operasi Windows akan mendeteksi adanya piranti USB yang hadir di port USB.
  2. Selanjutnya, Windows akan melakukan proses enumerasi dengan tujuan untuk mengenali piranti USB yang baru hadir tersebut. Jika piranti USB tersebut dikenali, maka Windows akan menjalankan driver yang sesuai dan piranti USB pun siap digunakan. Sesaat setelah modul USB-2REL terhubung ke port USB, maka mikrokontroler akan memperoleh suplai tegangan dan firmware di dalam memori program pun dijalankan. Firmware dalam mikrokontroler pun akan menjawab proses enumerasi yang dilakukan oleh Windows dengan menyetorkan ID-nya untuk dikenali oleh Windows.Catatan: Modul USB-2REL menggunakan firmware implementasi USB buatan OBDEV (V-USB) dan telah banyak diimplementasikan oleh banyak perancang sistem mikrokontroler karena menyediakan ID yang gratis untuk digunakan. Oleh karenanya, jika port USB yang digunakan untuk modul USB-2REL pernah digunakan untuk modul USB lain seperti USBASP misalnya, maka filter libusb akan mengenali USB-2REL sebagai USBASP. Hal ini tidak menjadi masalah karena implementasi firmwarenya sama dan modul akan tetap beroperasi dengan baik sebagai driver relay. Akan tetapi jika Windows tidak mengenali ID dari USB-2REL sebagai piranti USB yang telah terinstalasi pada port USB, maka Windows akan menampilkan dialog instalasi driver seperti screenshot berikut ini.
https://telinks.files.wordpress.com/2013/03/telinks_usb2rel_found.jpg
  1. Modul USB-2REL dilengkapi dengan CD yang berisi installer Delphi, source code project program aplikasi USB-2REL, dan driver libusb untuk USB-2REL.
https://telinks.files.wordpress.com/2013/03/telinks_usb2rel_driver.jpg
  1. Setelah folder driver USB-2REL dipilih dan tekan OK serta Next >, maka proses instalasi driver pun dimulai.
https://telinks.files.wordpress.com/2013/03/telinks_usb2rel_installdriver.jpg
https://telinks.files.wordpress.com/2013/03/telinks_usb2rel_installed.jpg
Setelah instalasi driver selesai dan berhasil, maka USB-2REL kini siap digunakan. :)
Program Aplikasi USB-2REL.
Ketika program aplikasi USB-2REL dijalankan, sebelum form aplikasi ditampilkan, program melakukan inisialisasi dan mencoba berkomunikasi dengan driver USB-2REL yang telah aktif. Jika gagal maka program akan menampilkan pesan kesalahan bahwa modul USB-2REL tidak ditemukan dan program pun selesai.
Tapi jika program berhasil melakukan komunikasi dengan driver USB-2REL yang telah aktif, maka form aplikasi pun ditampilkan seperti gambar di bawah ini.
C:\Users\User\Pictures\4.PNG
Modul USB-2REL dapat diperintah atau diminta melakukan/mengerjakan fungsi tertentu sesuai dengan kode permintaan yang dikenalinya. Modul USB-2REL dapat diperintah untuk mengirimkan ID dari modul USB-2REL, yang dalam hal ini adalah data string “USB-2REL”. Pada program demo, Button Baca ID Modul akan mengirimkan permintaan tersebut kepada modul USB-2REL. Setelah ID Modul USB diterima, maka program akan menampilkannya pada editbox yang tersedia.
Modul USB-2REL juga dapat diperintah untuk mengaktifkan/mematikan RELAY-1 dan RELAY-2, baik secara individu (sendiri-sendiri) ataupun secara bersamaan. Button ON dan Button OFF pada Group RELAY-1 berfungsi untuk mengaktifkan dan mematikan RELAY-1. Sedangkan Button ON dan Button OFF pada Group RELAY-2 berfungsi untuk mengaktifkan dan mematikan RELAY-2. Button ALL RELAYS ON berfungsi untuk mengirimkan permintaan agar modul USB-2REL mengaktifkan kedua relay secara bersamaan. Dan Button ALL RELAYS OFF berfungsi untuk mengirimkan permintaan agar modul USB-2REL mematikan kedua relay secara bersamaan. Button EXIT, seperti nama yang diberikan kepadanya, berfungsi untuk keluar dari aplikasi.

Kamis, 07 Mei 2015

PERSENTASE FIFO ( first-in, first-out)



FIFO

adalah bentuk algoritma penjadwalan yang dipengaruhi oleh siapa yang lebih awal meminta untuk di proses oleh CPU. Yang lebih awal meminta untuk di proses maka dialah yang akan di proses terlebih dahulu, tanpa melihat prioritas datanya ataupun waktu tunggu yang di butuhkan oleh proses tersebut. Kelemahan dari algoritma penjadwalan ini yaitu jika dalam proses eksekusi program membutuhkan waktu tunggu yang lama, maka proses-proses yang menunggu untuk di proses oleh CPU akan menunggu lebih lama hingga proses yang sedang di eksekusi selesai untuk di eksekusi. Sehingga dapat dikatakan bahwa Average Waiting Time (AWT) dari algoritma ini cukup besar 

Penjadwalan ini merupakan:
      – Penjadwalana non-preemptive
      – Penjadwalan tidak berprioritas
Dalam penjadwalan FIFO (First In First Out) :
–Proses yang pertama kali minta jatah waktu untuk menggunakan CPU akan dilayani terlebih dahulu
–Begitu proses mendapatkan jatah waktu CPU  proses dijalankan sampai selesai/ sampai proses tersebut melepaskannya, yaitu jika proses tersebut berhenti atau meminta I/O (Created by: Ika Sunarsih)

Penjadwalan ini dikatakan adil dalam arti resmi (dalam semantik/arti antrian, yaitu proses yang datangduluan, dilayani duluan juga), tapi dinyatakan tak adil karena job-job yang perlu waktu lama membuat job-job pendek menunggu. Job-job tak penting dapat membuat job-job penting menunggu.

FIFO jarang digunakan secara mandiri tapi dikombinasikan dengan skema lain,  misalnya :  keputusan berdasarkan prioritas proses. Untuk proses-proses berprioritas sama diputuskan berdasarkan FIFO.
Berdasarkan kriteria penilaian penjadwalan :       
•Fairness : Penjadwalan FIFO adil bila dipandang dari semantik antrian.
•Efesiensi: Penjadwalan FIFO sangat efesien
•Waktu tanggap: Penjadwalan FIFO sangat jelek, tidak cocok untuk sistem interaktif apalagi waktu nyata.
•Turn arround time :Penjadwalan FIFO jelek
Throughput : Penjadwalan FIFO jelek.
•Kelebihan:
(+) Merupakan metode scheduling paling sederhana
(+) Overhead kecil
(+) Dapat mencegah starvation
•Kekurangan:
(-) Proses yang pendek dapat dirugikan, bila urutan eksekusinya setelah proses yang panjang
`               –Service time proses Y adalah 1/100 dari proses X, tetapi normalized turnaround time-nya 100 kali lebih besar  sangat dirugikan

•Kekurangan: (lanjutan)
(-) FIFO cenderung menguntungkan proses processor-bound dibanding proses I/O-bound
•Proses processor-bound:
–Proses yang lebih sering melakukan perhitungan komputasi daripada mengakses I/O device
•Proses I/O-bound:
–Proses yang lebih banyak menggunakan I/O device daripada menggunakan prosesor
•Contoh:
–Bila proses I/O-bound berada di belakang proses processor-bound yang sedang dieksekusi  proses tersebut terpaksa harus menunggu meskipun saat itu I/O device sedang tidak digunakan.

–Solusi: gabungkan dengan model prioritas
maka pesan yang akan masuk duluan adalah pesan yang pertama dikirim. Pada Aplikasi Blackberry Messenger yang dapat digunakan  di IOS dan Android , BlackBerry menggunakan aturan First In First Out, jadi siapa yang pertama datang atau mendaftar maka dia akan dilayani duluan. Aturan ini di terapkan karena basis dari pendaftaran adalah email. Jadi setelah pengguna mengnduh aplikasi dari BBM.com dari ponsel berbasis Androis atau IOS, dan kemudian meng-installnya, pengguna diminta mendaftar dengan mengirimkan email, pendaftaran dengan email inilah yang akan antri. Maka akan dilayani BlackBerry apabila siapa yang daftar duluan , maka akan di layani duluan.
  Pada pengiriman pesan pun BlackBerry menggunakan sistem yang sama yaitu, apabila mengirim lebih dari 1
Contoh Kasus

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQDNPPPh4_jaiDZVcLNkIxbk3nGvms3m6WKR9iBGobvfpUJd8Yz1UshqM9Si6sGUERQoIKqEY4nGR6606CiNTvXuezH281eVI0752Bo9mRr-X58LJkXjFkUVM3AS06iqKo-Ji0YMoRLuzk/s400/Picture2.gif









Senin, 20 April 2015

Dua Relay Dengan Antarmuka USB Berbasis ATtiny2313

USB-2REL adalah driver 2-relay yang dapat dikendalikan oleh komputer melalui perantaraan port USB.ini tidak membutuhkan catu daya eksternal sehinggasangat praktis untuk digunakan baik dengan komputer maupun laptop/netbook.

USB-2REL (device) menggunakan V-USB, yakni open-source implementasi protokol USB kecepatan rendah untuk mikrokontroler AVR. Sedangkan pada komputer (host), program aplikasi pengontrolanini tidak membutuhkan catu daya eksternal sehinggasangat praktis untuk digunakan baik dengan komputer maupun laptop/netbook.

USB-2REL (device) menggunakan V-USB, yakni open-source implementasi protokol USB kecepatan rendah untuk mikrokontroler AVR. Sedangkan pada komputer (host), program aplikasi pengontrolan USB-2REL dibuat menggunakan kompiler dan IDE C For Windows (freeware) yakni Pelles C. Untuk berkomunikasi dengan  USB-2REL, program aplikasi menggunakan library libusb-win32 yang juga open-source.

Instalasi Driver Ketika USB-2REL dihubungkan ke komputer melalui port USB, maka sistem operasi Windows akan mendeteksi adanya piranti USB yang hadir di port USB. Selanjutnya, Windows akan melakukan proses enumerasi dengan tujuan untuk mengenali piranti USB yang baru hadir tersebut. Jika piranti USB tersebut dikenali, maka Windows akan menjalankan driver yang sesuai dan piranti USB pun siap digunakan.

usb2rel_enumerated
Sesaat setelah USB-2REL terhubung ke port USB, maka mikrokontroler akan memperoleh suplai tegangan dan firmware di dalam memori program pun dijalankan. Firmware dalam mikrokontroler pun akan menjawab proses enumerasi yang dilakukan oleh Windows dengan menyetorkan ID-nya untuk dikenali oleh Windows.


Catatan: USB-2REL menggunakan firmware implementasi USB buatan OBDEV (V-USB) dan telah banyak diimplementasikan oleh banyak perancang sistem mikrokontroler karena menyediakan ID yang gratis untuk digunakan. Oleh karenanya, jika port USB yang digunakan untuk USB-2REL pernah digunakan untuk  USB lain seperti USBASP misalnya, maka filter libusb akan mengenali USB-2REL sebagai USBASP. Hal ini tidak menjadi masalah karena implementasi firmwarenya sama dan  tetap beroperasi dengan baik sebagai driver relay.

Akan tetapi jika Windows tidak mengenali ID dari USB-2REL sebagai piranti USB yang telah terinstalasi pada port USB, maka Windows akan menampilkan dialog instalasi driver seperti screenshot berikut ini.
telinks_usb2rel_found
 USB-2REL dilengkapi dengan CD yang berisi installer Pelles C, source code project program aplikasi USB-2REL, dan driver libusb untuk USB-2REL.

telinks_usb2rel_driver
Setelah folder driver USB-2REL dipilih dan tekan OK serta Next >, maka proses instalasi driver pun dimulai.

telinks_usb2rel_installdriver

telinks_usb2rel_installed

Setelah instalasi driver selesai dan berhasil, maka USB-2REL kini siap digunakan. :)
Program Aplikasi USB-2REL

usb2rel_app1














Ketika program aplikasi USB-2REL dijalankan, sebelum form aplikasi ditampilkan, program melakukan inisialisasi dan mencoba berkomunikasi dengan driver USB-2REL yang telah aktif. Jika gagal maka program akan menampilkan pesan kesalahan bahwa  USB-2REL tidak ditemukan dan program pun selesai.

Tapi jika program berhasil melakukan komunikasi dengan driver USB-2REL yang telah aktif, maka form aplikasi pun ditampilkan seperti gambar di samping ini.
 USB-2REL dapat diperintah atau diminta melakukan/mengerjakan fungsi tertentu sesuai dengan kode permintaan yang dikenalinya. USB-2REL dapat diperintah untuk mengirimkan ID dari  USB-2REL, yang dalam hal ini adalah data string“USB-2REL”. Pada program demo, Button Baca ID  akan mengirimkan permintaan tersebut kepada USB-2REL. Setelah ID  USB diterima, maka program akan menampilkannya pada editbox yang tersedia.

usb2rel_app2

 USB-2REL juga dapat diperintah untukmengaktifkan/mematikan RELAY-1 dan RELAY-2, baik secara individu (sendiri-sendiri) ataupun secara bersamaan. Button ON dan Button OFF pada Group RELAY-1berfungsi untuk mengaktifkan dan mematikanRELAY-1

Sedangkan Button ON danButton OFF pada Group RELAY-2berfungsi untuk mengaktifkan dan mematikanRELAY-2.

Button ALL RELAYS ON berfungsi untuk mengirimkan permintaan agar USB-2REL mengaktifkan kedua relay secara bersamaan. Dan Button ALL RELAYS OFF berfungsi untuk mengirimkan permintaan agar USB-2REL mematikan kedua relay secara bersamaan. Button EXIT, seperti nama yang diberikan kepadanya, berfungsi untuk keluar dari aplikasi.

Berikut adalah foto hasil pengujian  USB-2REL dengan program aplikasi di atas.

usb2rel_onoff
 USB-2REL beserta dengan driver dan program aplikasinya telah kami uji pada beberapa komputer yang kami miliki, antara lain:
  • Netbook Lenovo @1.66GHz + Windows 7
  • PC Pentium-4 XEON @3.2GHz + Windows XP
  • PC Pentium-3 @750MHz + Windows XP
  • PC Pentium-2 @333MHz + Windows 98
Berikut adalah screenshot hasil pengujian pada sistem-sistem tersebut.
usb2rel_win7_640

usb2rel_winxp

usb2rel_win98_640

Bagi Anda pengguna Delphi, VB, VB.NET, PHP, FoxPro, atau yang lain (selain C), kami sediakan juga sebuah command-line tool untuk mengontrol USB-2REL melalui DOS Prompt, yakni USB2R.EXE. Informasi selengkapnya silakan membaca tulisan berikut ini:

Berikut adalah screenshot program aplikasi kontrol USB-2REL yang dibuat menggunakanVB.NET 2005 Express Edition.

usb2rel_vbnet
Anda juga dapat menyaksikan video demo http://youtu.be/6pKTG_XfYP0

sumber : http://pcinterfacing.blogspot.com/2013/11/mengendalikan-peralatan-listrik-dengan.html